Wednesday, February 18, 2015

Ada kalanya

Ada kalanya saya merasa
Bahwa telinga-telinga tersebut tidak cukup mendengarkan
Bahwa bibir-bibir tersebut tidak cukup mengingatkan
Bahwa bahu-bahu tersebut tidak cukup menenangkan
Bahwa tangan-tangan tersebut tidak cukup menguatkan

Ada kalanya saya melihat
Kaki-kaki itu berjalan pergi begitu saja
Lalu pandangan-pandangan itu enggan menoleh apalagi singgah dalam bola mata saya
Ada kalanya ketika tawa itu bergelak tidak bersama saya 
Dan ada kalanya ketika derai air mata itu tidak membutuhkan saya

Ada kalanya saya tidak ingin berada di sana
Tapi keinginan untuk menetap lebih kuat
Meski terkadang tidak bisa dipungkiri, saya merasa jauh
Ada beberapa hal dan bagian yang tidak kunjung bisa saya jangkau
Tapi bolehkah saya tetap mencoba? 
Saya ingin merasa utuh bersama kalian
Karena saya bahagia berada di antaranya


Saya takut 
Takut kehilangan

Jangan pergi.

Bogor, 17/02/15.


Wednesday, February 4, 2015

Menjauh

Lagi-lagi merasa tidak dibutuhkan oleh orang yang dulu pernah membutuhkan. Apa ya? Rasanya semakin menjauh aja. Entah saya yang merapat dan memutuskan buat menghabiskan sisa waktu saya di ranah abu-abu ini dengan orang-orang tertentu, atau justru kalian yang ternyata merapat ke arah yang berlawanan dengan saya? Yang jelas tiba-tiba ngerasa asing dan ya, cenderung kaku. Tertawa terbahak-bahak bersama lagi saja sudah sulit karena setiap kali berpapasan sama-sama sedang mencari orang lain. 
Ternyata, menyeimbangkan begitu sulit ya? Bahkan pada hal-hal semacam ini.
Semoga semua ini cepat berubah, semoga kelak kita akan bertemu di komplek gedung itu. Memakai almamter sejenis dengan makara beda warna. 
Aamiin.
Semoga kalian menjadi lebih kuat dan bijak dalam mengambil langkah. Semoga mereka bisa menyamankan dan menenangkan kalian yang sedang butuh ditenangkan. 
Selamat malam. 

Tuesday, January 27, 2015

You'll be (absolutely) forgotten.

Sunday, January 25, 2015

It feels right knowing that some poeple are still concern about us up until now.

Wednesday, January 21, 2015

Blessed #1

After everything revealed, it's just done by itself. No pressure again! Hore. No need to save any other quotes, or to feel sore, to listen to any love songs or anything.
I feel..free.
And fetterless.
And younger.
And relieve.
And the most important; happy and blessed. 

Tuesday, December 30, 2014

Kering kerontang

Benar-benar kering kerontang.
Untuk menulis resolusi sendiri saja tidak bisa. 
Kemana perginya semua itu? Benar-benar kosong. Tidak bisa berpikir. 
Bingung.
Bingung harus menulis apa, karena tidak ada yang harus ditulis atau tidak ada yang mau untuk ditulis. 
Tapi aku suka menulis, aku ingin menulis.
Aku suka menandai kalimat-kalimat penting di buku pelajaran dengan pena warna-warni, menyenangkan. Tapi sekarang, melihat lapisan luarnya sedikit saja hanya membuatku menguap lalu mengantuk.
Kemana hilangnya keinganku untuk berpikir lebih? Liburan kali ini benar-benar membuat otak kosong. 
Serial persahabatan itu sebenarnya benar-benar mengajarkan sesuatu tentang hidup dalam bentuk cerita fiktif dan tokoh-tokoh humoris yang menyenangkan dan menenangkan, tapi mematikan bagian untuk berpikir lebih kritis dan realistis. 
Terlalu lama tenang dan senang, sampai-sampai rasanya sangat kaku ketika berhadapan dengan tab blog sendiri atau halaman kosong pada software microsoft word sendiri. 
Hhh, ini melelahkan. Mencari-cari seuatu yang hilang tapi tidak punya petunjuk apakah sesuatu itu benar-benar melelahkan dan membosankan.
Jika seseorang menemukan sesuatu yang hilang itu, tolong kabari saya secepatnya! Akan kubayar dengan ucapan "terimakasih"-ku. 
Dan benar, ucapan itu tidak ternilai harganya (setidaknya kata banyak orang).

Thursday, December 25, 2014

Soliter

Dari satu sambungan telepon rumah
Akhirnya kita membentuk lingkaran
Lingkaran hidup yamg kini mulai meredup
Dengan cahaya yang  berpencar dan berpendar

Dapat ku simpulkan
Bukan sekedar dalam imaji atau buku fiksi
Bahwa nyatanya perjalanan ini memang hebat
Dengan kalian, aku merasa lebih hidup

Mari berlari dan mencari jalan soliter
Kemudian bersua di lain oportunitas
Dengan kisah klasik yang berbeda satu dengan lainnya
Aku harap ketika masa itu datang
Kelak bahagia telah menunjukan wujud aslinya

Selamat menuai lebih banyak pengalaman
Selamat menopang lebih banyak tekanan
Semangat untuk lebih banyak berkorban
Bunuhlah waktu, buatlah riuh ruangan kosong itu

teruntuk 69 pejuang lainnya.