Saturday, September 20, 2014

Senja terindah

masih menjadi senja terindah
ketika kita melihat pemandangan biasa namun dari sudut pandang yang berbeda
melihat matahari tenggelam di garis khatulistiwa
dari jendela bus yang sedang berjalan
menyusuri,
"menuju salah satu Nirwana Bumi Pertiwi," kata mereka

diam
masih terdiam, enggan bersuara
malu
ia tersipu ketika semua pengelihatan ini menatap
 lalu menyayat

entah bagaimana semuanya di mulai kembali
entah bagaimana, aku pun tak mengerti
 karena seketika, di sini terasa meletup-letup lagi

setelah sempat padam
setelah sempat mati suri

kenapa kamu nyalakan kembali?
apa kemarin memang tidak cukup?
kini apa? 
apa?

masih menjadi pagi yang terindah
ketika dua bola mata menatap dua lainnya
lalu diteduhkan di sana

kemudian terlelap
bersama


Bogor, September 2014.


Wednesday, September 10, 2014

hih..mlz. ngapain sih kyk gt mulu? noraqqqqqqqq.

Wednesday, August 27, 2014

however, we used to trust each other. Didn't we? 

Tuesday, August 19, 2014

-seketika ngerasa, banyak beban yang langsung memberatkan pundak--

sedang dalam fase..lelah dan ingin melepas tanggungjawab. 

Bukan tentang love life

Pernah merasa lelah untuk mencari? 
Pernah menemukan tapi ternyata sekarang perlahan pergi?
Pernah merasa semuanya sia-sia?
Pernah merasa tidak dibutuhkan orang lain?
Pernah merasa lebih baik berdiri sendiri?
Pernah merasa kecewa karena yang terbaik ternyata memilih untuk singgah dan menetap di tempat yang kita perkenalkan? 
Pernah merasa tersaingi?
Pernah merasa membebani?

Ya, saya sedang di fase itu.

P.s: 
bukan tentang love life.

Terlalu banyak berasumsi

Apa salahnya berubah? Toh namanya manusia, seiring waktu bakal terus melakukan perubahan kan? 

Saya lelah, tolong mengerti. 
Saya lelah menjadi diri saya yang berpura-pura. Saya lelah, saya sadar, terlalu banyak kepalsuan yang sudah saya jalani selama kurang lebih 6 bulan ini. 

Kalau boleh jujur sedikit, saya tidak menemukan sedikit kebahagian ketika berjalan dengan diri saya yang begitu. Mungkin terlihat menyenangkan di depan kalian, tapi sejujurnya, terlalu banyak yang tertahan dan ditahan ketika itu.

Merasa tidak sebebas ini. 

Kamu tahu? Saya rasa, kini kamu sudah melangkah terlalu jauh. Sudah bicara terlalu banyak. Sudah berasumsi terlalu jauh, yang nyatanya asumsi-mu tidak bisa dibuktikan dengan konkrit. 

Maaf, 
saya sangat berterimakasih karena kamu pernah menjadi salah satu yang menopang dan membantu untuk berdiri lagi. Mungkin saya pernah berkata bahwa kamu berarti besar atau apalah, saya pun sudah lupa. Mungkin juga saya pernah bercerita banyak. Menagih solusi terbaik. 

Tapi saya tidak terbiasa dengan orang yang terlalu banyak ikut campur. Maaf. Tapi pilihan saya adalah menjadi saya yang sekarang. 

Kritiklah saya, nilailah saya sesuka kamu. 
Tapi kamu harus tahu, yang tahu diri kita masing-masing ya memang cuma diri kita sendiri.

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk memperhatikan perubahan-perubahan saya belakangan ini. Tapi maaf, kamu sudah terlalu banyak ikut campur.
Saya risih. 

Sekali lagi terimakasih. Kalau tidak suka, ya silahkan, menjauh saja seperti yang lainnya. 

Tuesday, July 29, 2014

a true believer knows that life is meant to live it to the fullest and every step we take leads to a wonderful experience. Keep up the faith. I wish i was a true believer.. Or I actually am.