Sunday, January 25, 2015

It feels right knowing that some poeple are still concern about us up until now.

Wednesday, January 21, 2015

Blessed #1

After everything revealed, it's just done by itself. No pressure again! Hore. No need to save any other quotes, or to feel sore, to listen to any love songs or anything.
I feel..free.
And fetterless.
And younger.
And relieve.
And the most important; happy and blessed. 

Tuesday, December 30, 2014

Kering kerontang

Benar-benar kering kerontang.
Untuk menulis resolusi sendiri saja tidak bisa. 
Kemana perginya semua itu? Benar-benar kosong. Tidak bisa berpikir. 
Bingung.
Bingung harus menulis apa, karena tidak ada yang harus ditulis atau tidak ada yang mau untuk ditulis. 
Tapi aku suka menulis, aku ingin menulis.
Aku suka menandai kalimat-kalimat penting di buku pelajaran dengan pena warna-warni, menyenangkan. Tapi sekarang, melihat lapisan luarnya sedikit saja hanya membuatku menguap lalu mengantuk.
Kemana hilangnya keinganku untuk berpikir lebih? Liburan kali ini benar-benar membuat otak kosong. 
Serial persahabatan itu sebenarnya benar-benar mengajarkan sesuatu tentang hidup dalam bentuk cerita fiktif dan tokoh-tokoh humoris yang menyenangkan dan menenangkan, tapi mematikan bagian untuk berpikir lebih kritis dan realistis. 
Terlalu lama tenang dan senang, sampai-sampai rasanya sangat kaku ketika berhadapan dengan tab blog sendiri atau halaman kosong pada software microsoft word sendiri. 
Hhh, ini melelahkan. Mencari-cari seuatu yang hilang tapi tidak punya petunjuk apakah sesuatu itu benar-benar melelahkan dan membosankan.
Jika seseorang menemukan sesuatu yang hilang itu, tolong kabari saya secepatnya! Akan kubayar dengan ucapan "terimakasih"-ku. 
Dan benar, ucapan itu tidak ternilai harganya (setidaknya kata banyak orang).

Thursday, December 25, 2014

Soliter

Dari satu sambungan telepon rumah
Akhirnya kita membentuk lingkaran
Lingkaran hidup yamg kini mulai meredup
Dengan cahaya yang  berpencar dan berpendar

Dapat ku simpulkan
Bukan sekedar dalam imaji atau buku fiksi
Bahwa nyatanya perjalanan ini memang hebat
Dengan kalian, aku merasa lebih hidup

Mari berlari dan mencari jalan soliter
Kemudian bersua di lain oportunitas
Dengan kisah klasik yang berbeda satu dengan lainnya
Aku harap ketika masa itu datang
Kelak bahagia telah menunjukan wujud aslinya

Selamat menuai lebih banyak pengalaman
Selamat menopang lebih banyak tekanan
Semangat untuk lebih banyak berkorban
Bunuhlah waktu, buatlah riuh ruangan kosong itu

teruntuk 69 pejuang lainnya.


Wednesday, December 17, 2014

2014: tough.

Maybe not every lessons learned but still i thank you for this blessed year. 2014 is such a tough part, twist here and there. Met new fellows, left by old ones. Saw tragedies, heard the news, being told about secrets, working on new things, started to be picky, enjoyed my solitude moments but never wanted to miss my golden moments with family, spent more time for some boring school stuffs, confused about college thingy etc etc etc. 
i almost finish you, i won't muluk-muluk about it should be ended perfectly or whatever potatoes, i just hope that don't get any worse until the last day of you.
Don't piss me off with your blablabla tragedies.
I am sure i have my level up, so be nice.
I love you my A+ year, some memories might be forgotten someday but i think some stays with me. 
Thank you.
Hope you like me too.

Saturday, December 13, 2014

Salam

sampaikan salamku
pada senja,
pada mobil beroda 4,
pada jalanan rusak,
pada kota-kota yang dilewati,
pada pantai rahasia di balik rumah makan,
pada baju hangat marun kesayanganmu,
pada pemandu wisata tampan,
pada pasir di tiap pantainya,
pada kaki naga yang sempat menjadi menu santap siang,
pada buah tangan untuk bapak yang kau pilih,
pada titipan adik kecilmu,
pada cèlfiè di telepon genggamku,
pada tanaman mangrove yang kita lalui,
pada kura-kura di pulau kecil,
pada dirimu sendiri
pengirim sebuah pesan singkat yang nyaris merubah keputusan,
"pesawat?"
"Iya kenapa?"
"Jangan dong disini aja"

-


Friday, December 12, 2014

Janji Juni

Remah-remahku
Tercecar, terpecah belah
Runtuh sudah dinding ini
Tapi bukan salah angin, kan?

Aku merasakannya
Dalam penghormatan mendiang yang terhormat
Jalan tol itu tidak berbohong
Namun jalan umum itupun tidak berkata jujur

Dengan siapa kita bersandar?
Adakah hal sebijak ini akan terjadi di esok hari?
Nyatanya kau masih pulas 
Tertidur di alammu sendiri

Kebahagian nurani insan duniawi
Apa masih perlu meminta izin?
Teropong samudera menenggelamkan mata indahmu
Topi tentara menutup bundar kepala botakmu
Aku suka
Tapi bukan berarti aku tak berdaya

Juni telah menjanjikan kenangan
Separuh lebihnya adalah kau
Juni tidak pernah membual
Tapi keindahannya lebih dari nirwana manapun
Tiap jengkal malamnya terus ku hitung
Semerbak parfum itupun masih melekat di benak

Jangan salahkan Juni
Juni hanya mengerjakan tugas dari Yang Maha Cinta
Jangan abaikan Juni
Ia begitu manis
Maaf harus ku tinggal