Sunday, October 12, 2014

Sorak sorai kesendirian

Setapak demi setapak
Ia berjalan
Di relungnya
Sendirian

Mungkin berteman sunyi
Atau sorak sorai kesendirian
Masih terus berjalan
Menitih langkah tanpa henti

Tiada yang berubah
Kecuali sorot mata yang hampa
Ada apa dengannya?
Memaksa diri melampaui batas

Bukan untukku, tapi untuknya
Berhentilah
Kemudian rehatlah
Meski hanya sedetik waktu dunia

Aku tahu ia lelah
Karena memang semua ini tidaklah mudah
Maka duduklah
Dan nikmatilah; segala cobaan dunia





Wednesday, October 1, 2014

ingin rehat, 
sebenar-benarnya rehat.

doa tahun ini.

ya Allah,

bila memang kelak Engkau akan menempatiku di sana, 
maka yakinkanlah hati ini untuk turut memilihnya sebagai tujuan masa depan.
Bila memang kelak Engkau akan menempatiku di sana,
maka kuatkanlah hati ini untuk selalu berjuang meniti tiap-tiap anak tangga proses yang menuju ke arah sana.
Bila memang kelak Engkau akan menempatiku di sana,
maka sadarkanlah diri ini bahwa tidak ada hasil yang memuaskan tanpa usaha yang juga maksimal.
Bila memang kelak Engkau akan menempatiku di sana,
maka murahkanlah hati para sahabat, pembimbing dan pendamping untuk selalu mendukung hamba di setiap ikhtiar hamba.
Bila memang kelak Engkau akan menempatiku di sana,
maka angkatlah semua sifat, sikap dan pola hidup yang tidak baik dari diri hamba meski hanya seujung kuku agar hamba bisa lebih dan lebih lagi dalam berusaha menggapainya.
Bila memang kelak Engkau akan menempatiku di sana,
tolong ridhai segala peluh dan air mata hasil dari ikhtiar hamba kelak.
Bila memang kelak Engkau akan menempatiku di sana,
mudahkanlah, lancarkanlah dan ikhlaskan hati hamba dalam berikhtiar di jalan yang baik, yang Engkau ridhai.

Karena, menjadi hebat saja tidak cukup. 
Tapi, menjadi sempurna, hamba tidak kuasa.

kabulkan-lah permohonan hamba, agar kelak hamba bisa menyenangkan hati orangtua dan semua orang yang mempercayai hamba. 

aamiin.. aamiin Ya Allah Ya Rabbal Alamiin.
Ternyata seberat ini ya beban di level ini. Dan in belum setengahnya berhasil dijalani, bener-bener belum setengahnya, tapi gue sudah hampir menyerah sama keadannya.

Bingung juga kenapa tetiba jadi kayak begini.
Jenuh, mungkin?

Sumpah, pengen cepet-cepet lulus dan cari atmosfir baru.
Pengen reborn di tempat lain.
Apalagi, masanya gue di lingkaran itu sudah selesai. Lingkaran yang selama ini jadi tempat larinya gue dari kejenuhan seorang pelajar. Lingkaran yang selalu jadi sumber semangat baru. Lingkaran yang selalu sukses bikin kita nunggu-nunggu tiap belum ada kumpul selama satu minggu.

"Saatnya menjadi pendorong di belakang, bukan pemimpin di barisan terdepan lagi."

Yha, semakin bosan dengan semuanya.
Semuanya pun sibuk sama urusannya masing-masing, no one to share with lagi :)

Tapi... entah karena emang semuanya lagi bikin jenuh dan memaksa untuk tetap diperhatikan ATAU memang hati gue-nya yang belum ikhlas berjalan di sini?

Terlalu lelah untuk sekedar berjalan di tempat.

Bagaimana caranya, untuk sekedar memiliki niat untuk kembali berapi-api lagi, ya?
Aku ingin atmosfir baru.


Saturday, September 20, 2014

Senja terindah

masih menjadi senja terindah
ketika kita melihat pemandangan biasa namun dari sudut pandang yang berbeda
melihat matahari tenggelam di garis khatulistiwa
dari jendela bus yang sedang berjalan
menyusuri,
"menuju salah satu Nirwana Bumi Pertiwi," kata mereka

diam
masih terdiam, enggan bersuara
malu
ia tersipu ketika semua pengelihatan ini menatap
 lalu menyayat

entah bagaimana semuanya di mulai kembali
entah bagaimana, aku pun tak mengerti
 karena seketika, di sini terasa meletup-letup lagi

setelah sempat padam
setelah sempat mati suri

kenapa kamu nyalakan kembali?
apa kemarin memang tidak cukup?
kini apa? 
apa?

masih menjadi pagi yang terindah
ketika dua bola mata menatap dua lainnya
lalu diteduhkan di sana

kemudian terlelap
bersama


Bogor, September 2014.


Wednesday, September 10, 2014

hih..mlz. ngapain sih kyk gt mulu? noraqqqqqqqq.

Wednesday, August 27, 2014

however, we used to trust each other. Didn't we?