Wednesday, December 17, 2014

2014: tough.

Maybe not every lessons learned but still i thank you for this blessed year. 2014 is such a tough part, twist here and there. Met new fellows, left by old ones. Saw tragedies, heard the news, being told about secrets, working on new things, started to be picky, enjoyed my solitude moments but never wanted to miss my golden moments with family, spent more time for some boring school stuffs, confused about college thingy etc etc etc. 
i almost finish you, i won't muluk-muluk about it should be ended perfectly or whatever potatoes, i just hope that don't get any worse until the last day of you.
Don't piss me off with your blablabla tragedies.
I am sure i have my level up, so be nice.
I love you my A+ year, some memories might be forgotten someday but i think some stays with me. 
Thank you.
Hope you like me too.

Saturday, December 13, 2014

Salam

sampaikan salamku
pada senja,
pada mobil beroda 4,
pada jalanan rusak,
pada kota-kota yang dilewati,
pada pantai rahasia di balik rumah makan,
pada baju hangat marun kesayanganmu,
pada pemandu wisata tampan,
pada pasir di tiap pantainya,
pada kaki naga yang sempat menjadi menu santap siang,
pada buah tangan untuk bapak yang kau pilih,
pada titipan adik kecilmu,
pada cèlfiè di telepon genggamku,
pada tanaman mangrove yang kita lalui,
pada kura-kura di pulau kecil,
pada dirimu sendiri
pengirim sebuah pesan singkat yang nyaris merubah keputusan,
"pesawat?"
"Iya kenapa?"
"Jangan dong disini aja"

-


Friday, December 12, 2014

Janji Juni

Remah-remahku
Tercecar, terpecah belah
Runtuh sudah dinding ini
Tapi bukan salah angin, kan?

Aku merasakannya
Dalam penghormatan mendiang yang terhormat
Jalan tol itu tidak berbohong
Namun jalan umum itupun tidak berkata jujur

Dengan siapa kita bersandar?
Adakah hal sebijak ini akan terjadi di esok hari?
Nyatanya kau masih pulas 
Tertidur di alammu sendiri

Kebahagian nurani insan duniawi
Apa masih perlu meminta izin?
Teropong samudera menenggelamkan mata indahmu
Topi tentara menutup bundar kepala botakmu
Aku suka
Tapi bukan berarti aku tak berdaya

Juni telah menjanjikan kenangan
Separuh lebihnya adalah kau
Juni tidak pernah membual
Tapi keindahannya lebih dari nirwana manapun
Tiap jengkal malamnya terus ku hitung
Semerbak parfum itupun masih melekat di benak

Jangan salahkan Juni
Juni hanya mengerjakan tugas dari Yang Maha Cinta
Jangan abaikan Juni
Ia begitu manis
Maaf harus ku tinggal


Sunday, December 7, 2014

I wonder

if we meet someday
and finally you see me after years
i wonder how will you make your choice?
Do you prefer to stay with whoever i am now,
or,
will you choose to leave,
because the one you like is the old version of me?

Friday, November 21, 2014

Ternyata sebuah perjalanan liburan singkat pun tidak bisa menghapus pertanyaan-pertanyaan itu dari benak. Justru hamparan jalanan dan luasnya sawah di tepi jalan mendukung bergeraknya pikiran tersebut. 
Diiringi dengan lagu-lagu pengiring sebuah film favorite, dengan sebuah e-book dari film tersebut pun akhirnya menghidupkan kembali potongan cerita bertahun-tahun lalu. 
Seharusnya ia sudah mengendap, terkubur di sana. Tapi ternyata tidak, ia hanya bersembunyi sementara dan siap untuk muncul lagi kapan saja. 

Kali ini,
saya siap.



Tuesday, November 18, 2014

One of hundreds to go;
sleepless night//

Sunday, October 12, 2014

Sorak sorai kesendirian

Setapak demi setapak
Ia berjalan
Di relungnya
Sendirian

Mungkin berteman sunyi
Atau sorak sorai kesendirian
Masih terus berjalan
Menitih langkah tanpa henti

Tiada yang berubah
Kecuali sorot mata yang hampa
Ada apa dengannya?
Memaksa diri melampaui batas

Bukan untukku, tapi untuknya
Berhentilah
Kemudian rehatlah
Meski hanya sedetik waktu dunia

Aku tahu ia lelah
Karena memang semua ini tidaklah mudah
Maka duduklah
Dan nikmatilah; segala cobaan dunia