Friday, March 13, 2015

Delusi

Semakin lama 
Mengakar
Terkadang takut
Tapi berpapasan,
bertemu dan berbincang
Kemudian melangkah
Ke antah berantah
Disapukannya debu jalanan
Tatkala tertebak
Cemas menyeruak,
oh intuisi
Bertumpu sukma tunggal
Bersajak skematis
Menari rawan hati
Berbisik pada pasir putih
Melegakan
Nyatanya hanya delusi.

/Delusi//
Bogor, Maret 2015.

Thursday, March 12, 2015

Ultimate travel goals #1

Someday. Somehow. I will be at these places overseas. Paying myself for these and those years. 
I want to travel to New Zealand because I wanna have a nice nap with the sheeps on the meadow among those hills. I must travel to Japan because I want to taste the real fresh sushi, sasimi, ramen and make my own lunch. I shall travel to Australia because I miss being there, esp in Canberra and Sydney! And I also want to satisfy my old dream to get to the university in Adelaide. I need to travel to US because I've been inspired by the tv series i've been watched lately. I gotta take a yellow cab, have a roadtrip from one state to another with my fellows. Have my brunch. I want to take photos in the McGee Pub(pardon me), get to New Jersey, CA, Hawaii etc. Also I want to have a tour with Gondola and taste how better is italian food cooked by the native, that's why I want to go to Venice Italy.
I really hope that one day I'll be able to travel, or even better if I could stay there to study abroad or work. Or both! I'm so excited. 
Cannot wait to get these list checked!
I am really into this plan.
Bismillahirrahmanirrahim, slow but sure.




Monday, March 2, 2015

ayolah

Ada apasih..semakin dekat dengan sesuatu itu kok justru semakin melonggar tekad dan usahanya? Semakin ogah buat mempush otak dan justru memilih buat punya waktu istirahat yang baik. 
Ayolah tinggal beberapa bulan lagi, dan semua in shaa Allah selesai di sini. Ayodong paksa lagi otaknya buat berpikir lebih, please. 
Keasikan liburan mulu jadi gini nih...

Sunday, March 1, 2015

Wednesday, February 18, 2015

Ada kalanya

Ada kalanya saya merasa
Bahwa telinga-telinga tersebut tidak cukup mendengarkan
Bahwa bibir-bibir tersebut tidak cukup mengingatkan
Bahwa bahu-bahu tersebut tidak cukup menenangkan
Bahwa tangan-tangan tersebut tidak cukup menguatkan

Ada kalanya saya melihat
Kaki-kaki itu berjalan pergi begitu saja
Lalu pandangan-pandangan itu enggan menoleh apalagi singgah dalam bola mata saya
Ada kalanya ketika tawa itu bergelak tidak bersama saya 
Dan ada kalanya ketika derai air mata itu tidak membutuhkan saya

Ada kalanya saya tidak ingin berada di sana
Tapi keinginan untuk menetap lebih kuat
Meski terkadang tidak bisa dipungkiri, saya merasa jauh
Ada beberapa hal dan bagian yang tidak kunjung bisa saya jangkau
Tapi bolehkah saya tetap mencoba? 
Saya ingin merasa utuh bersama kalian
Karena saya bahagia berada di antaranya


Saya takut 
Takut kehilangan

Jangan pergi.

Bogor, 17/02/15.


Wednesday, February 4, 2015

Menjauh

Lagi-lagi merasa tidak dibutuhkan oleh orang yang dulu pernah membutuhkan. Apa ya? Rasanya semakin menjauh aja. Entah saya yang merapat dan memutuskan buat menghabiskan sisa waktu saya di ranah abu-abu ini dengan orang-orang tertentu, atau justru kalian yang ternyata merapat ke arah yang berlawanan dengan saya? Yang jelas tiba-tiba ngerasa asing dan ya, cenderung kaku. Tertawa terbahak-bahak bersama lagi saja sudah sulit karena setiap kali berpapasan sama-sama sedang mencari orang lain. 
Ternyata, menyeimbangkan begitu sulit ya? Bahkan pada hal-hal semacam ini.
Semoga semua ini cepat berubah, semoga kelak kita akan bertemu di komplek gedung itu. Memakai almamter sejenis dengan makara beda warna. 
Aamiin.
Semoga kalian menjadi lebih kuat dan bijak dalam mengambil langkah. Semoga mereka bisa menyamankan dan menenangkan kalian yang sedang butuh ditenangkan. 
Selamat malam. 

Tuesday, January 27, 2015

You'll be (absolutely) forgotten.