Friday, June 22, 2012

Ayah

Hembus nafasnya ialah kehidupanku
Denyut nadinya ialah duniaku
Detak jantungnya ialah detak jantungku

Nada suaranya yang terbawa angin
Langkah kakinya yang menyentuh bumi
Nafasnya yag berbaur dengan udara sekitar
Dia, ialah cinta pertamaku
Sosok yang sangat tegar serta tangguh dalam hidupku
Senyumnya seakan memberi energi dalam pagiku
Lantunan doanya menjadi penuntun aku sebelum terlelap

Membangunkan aku saat terjatuh
Tanpa tertawa sedikitpun
Membangkitkan semangatku saat aku merasa lemah dalam menghadapi cobaan
Membahagiakan aku saat aku dihujani kesedihan yang mendalam

Digenggamnya harapan besar
Untuk masa depanku serta saudaraku
Tetesan keringatnya jatuh demi harapan itu
Menetes dan menetes
Demi aku dan saudaraku

Besar cintaku untukmu sama besarnya dengan rasa bersalahku terhadapmu, Ayah
Rasa bersalah akan pernah menyakiti hatimu
Mengecewakanmu, membuatmu marah dan membuatmu menangis
Maaf Ayah, hanya maaf sebesar-besarnya yang dapat ku ucap

Sungguh aku berterimakasih akan segala kasih sayangmu & pengorbananmu selama ini
Tak mampu aku membalas segala jasamu
Tapi aku yakin bahwa langit telah mencatatnya
Bersiap menurutkan berbagai balasan rahmat untukmu

Ayah, aku mendoakan yang terbaik untukmu
Aku memohon agar Tuhan memberimu yang terbaik
Serta mendengarkan segala permintaanmu

Ayah, betapanya aku sayang kepadamu

No comments:

Post a Comment