Tuesday, August 19, 2014

Terlalu banyak berasumsi

Apa salahnya berubah? Toh namanya manusia, seiring waktu bakal terus melakukan perubahan kan? 

Saya lelah, tolong mengerti. 
Saya lelah menjadi diri saya yang berpura-pura. Saya lelah, saya sadar, terlalu banyak kepalsuan yang sudah saya jalani selama kurang lebih 6 bulan ini. 

Kalau boleh jujur sedikit, saya tidak menemukan sedikit kebahagian ketika berjalan dengan diri saya yang begitu. Mungkin terlihat menyenangkan di depan kalian, tapi sejujurnya, terlalu banyak yang tertahan dan ditahan ketika itu.

Merasa tidak sebebas ini. 

Kamu tahu? Saya rasa, kini kamu sudah melangkah terlalu jauh. Sudah bicara terlalu banyak. Sudah berasumsi terlalu jauh, yang nyatanya asumsi-mu tidak bisa dibuktikan dengan konkrit. 

Maaf, 
saya sangat berterimakasih karena kamu pernah menjadi salah satu yang menopang dan membantu untuk berdiri lagi. Mungkin saya pernah berkata bahwa kamu berarti besar atau apalah, saya pun sudah lupa. Mungkin juga saya pernah bercerita banyak. Menagih solusi terbaik. 

Tapi saya tidak terbiasa dengan orang yang terlalu banyak ikut campur. Maaf. Tapi pilihan saya adalah menjadi saya yang sekarang. 

Kritiklah saya, nilailah saya sesuka kamu. 
Tapi kamu harus tahu, yang tahu diri kita masing-masing ya memang cuma diri kita sendiri.

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk memperhatikan perubahan-perubahan saya belakangan ini. Tapi maaf, kamu sudah terlalu banyak ikut campur.
Saya risih. 

Sekali lagi terimakasih. Kalau tidak suka, ya silahkan, menjauh saja seperti yang lainnya. 

No comments:

Post a Comment